Definisi Cinta

Cinta?
Apa itu cinta?
Mungkin, sering kita mendengar atau bahkan mengucapkan kata “cinta” dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apakah kita mengerti apa arti cinta sesungguhnya?. 


Cinta... 5 huruf yang begitu sederhana, namun sulit dimengerti. Disini, saya akan medefinisikan “cinta” menurutku. Cinta adalah sebuah anugerah dari Allah yang perlu kita syukuri. Sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia bahwa kita memiliki rasa saling  menyayangi. Bagiku.... cinta bukan hanya sekedar pernyataan  “aku suka dan kamu suka”, lalu menjalin sebuah ikatan dan akhirnya berakhir dengan permusuhan. Cinta itu lebih dari kata “aku suka dan kamu suka”. Dalam menjalin sebuah ikatan dengan lawan jenis, harus di dasari dengan beberapa hal. Yang utama adalah kita harus melandasi sebuah ikatan tersebut karena Allah, karena dengan demikian kita akan memiliki rasa takut untuk melanggar apa yang telah Allah larang. Jika kita mencintai seseorang karena Allah, kita akan tahu apa saja batasan-batasan yang tidak boleh kita langgar.

Dalam sebuah ikatan cinta, juga harus ada rasa saling percaya, saling mengerti, rasa tanggung jawab dan setia. Jika kita memiliki beberapa hal itu, kita akan lebih bisa memaknai arti cinta yang sesungguhya. Jangan pernah melandasi sebuah ikatan hanya dengan ucapan “aku cinta dan kamu cinta”, dan hanya menganggap bahwa ikatan itu sebagai media untuk menghabiskan masa-masa muda..itu adalah kesalahan besar. Apalah arti sebuah ikatan jika hanya berorientasi untuk menghabiskan masa-masa muda yang indah? Apalah artinya jika cikatan yang kita jalani tidak berorientasi pada sesuatu yang bernilai ibadah (menikah). Jika merasa belum mampu untuk menjalin sebuah ikatan, jangan pernah sekali-kali mencoba. 

Bayangkan saja, ketika kita memiliki ikatan dengan seseorang, kita sering ketemuan, sering sms’an, sering telpon, sering melontarkan kata-kata mesra dan sering ketemuan tapi pada akhirnya berpisah dengan perpisahan yang berujung permusuhan dan kemudian mencari penggantinya dan jika kita tidak cocok, akhirnya kita berpisah dan semua akan terulang kembali hingga kita menemukan seseorang yang cocok.

Apakah itu tidak menyiksa diri kita sendiri?
Apakah itu bukan sesuatu yang sia-sia dan apakah itu yang dinamakan masa muda yang indah?
Apakah dengan menghabiskan masa muda dengan hal seperti itu kita bisa bahagia?
Ketika kita sedang jatuh cinta, alangkah lebih baik jika kita diam dan tidak mengungkapkannya secara langsung serta pasrahkan semua perasaan kita kepada Allah SWT. Diam dalam artian kita mencari tahu apakah itu benar-benar cinta atau kah hanya bersifat sementara. Butuh waktu lama untuk kita mengerti apakah perasaan itu adalah cinta yang sesungguhnya ataukah tidak.  Ketika kita diam dan melandasi cinta kepada seseorang itu karena Allah, maka semua akan berakhir indah. Jika pun seseorang itu bukan jodoh kita, kita tidak akan merasa sangat terluka karena perasaan cinta kita belum pernah terungkap. Jalinan cinta apabila berakhir tak kan menjadi permusuhan jika didasari cinta karena Allah. Karena kita  telah yakin dan percaya bahwa telah ada nama seseorang yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz untuk kita. Apabila harapan kita hanyalah harapan yang semu, dan orang yang kita cintai tak bisa menjadi imam untuk kita, percaya dan yakinlah bahwa Allah telah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik dari orang yang saat ini kita cintai. Tetaplah berhusnudzon terhadap Allah :)

By : Yulia Puspitaningrum (YPn)

Komentar