Ketika Cinta Menyapa


Assalamu’alaykum…
Duhai ukhti, apa kabarmu?
Ku berharap ukhti dalam keadaan sehat wal afiat tanpa halangan apapun.
Ukhti, pernahkah dirimu jatuh cinta?
Jika pernah, bahagiakah dirimu saat kau jatuh cinta?
 Ukhti, memang bukanlah hal yang salah ketika kita mencintai seseorang karena memang itu sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia.
Tanpa cinta, bagaimana kita bisa bertahan dalam hidup ini?
Ukhti, bukan kah kau membutuhkan cinta dari Allah?
Bukankah kau membutuhkan cinta dari orang tua, saudara dan juga sahabat?
Tanpa cinta mereka, bisakah kalian tetap hidup bahagia?
Bisakah kau bayangkan hidup tanpa kebahagiaan?
Kehidupan tanpa cinta bagaikan sayur tanpa garam, semua terasa hambar.
Tapi ukhti, bagaimana jika yang kau rasakan adalah cinta kepada seorang ikhwan?
Apa yang kau rasakan, ukhti?
Apa yang akan kau lakukan dengan perasaan itu, ukhti?
Wahai ukhti meskipun menyukai seseorang bukanlah kesalahan, tapi jangan kau buat itu sebuah landasan dan acuan untukmu mengungkapkan perasaan itu kepada seorang ikhwan.
Duhai ukhti sahabatku  jika perasaan tak biasa itu bergemuruh dalam hatimu dan kau belum siap untuk menikah, jagalah perasaan mu wahai sahabatku.
Jangan kau biarkan setan merasuki mu wahai sahabatku.
Ukhti, aku tak mau memungkiri bahwa terkadang setan memang bisa membujuk kita ketika iman kita memang sedang dalam keadaan lemah. Tapi, jangan kau biarkan setan berleluasa mengontrol dirimu sahabatku. Ketika setan membujukmu untuk mengungkapkan perasaanmu pada ikhwan itu, tolak lah dengan keras duhai sahabatku!
Duhai sahabatku, ketahuilah bahwa mencintai dalam diam adalah cara terbaik yang bisa ukhti lakukan ketika cinta mulai menyapamu. Ukhti, saya tahu bahwa tak mudah bertahan dalam diam tapi ketahuilah itu adalah salah satu pengorbanan yag insyaAllah akan berbuah manis dalam hidupmu. Ukhti, mungkin memang menyakitkan ketika kau mencintai seseorang tapi kau tak pernah bisa mengakuinya. Tapi jangan pernah menyesal dengan keputusan itu wahai sahabatku. Percaya dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan sesuatu yang indah untukmu suatu hari nanti. Percayalah bahwa Allah telah menuliskan pendamping untuk kita dalam lauhul mahfudz.
Ukhti, jika kau mencintai seorang ikhwan tundukkan lah pandanganmu. Jangan kau tunjukkan perasaanmu  kepada ikhwan itu. Ukhti.. ketika getaran cinta menjadi semakin dalam, menjauhlah darinya dan dekatkanlah dirimu kepada Allah SWT. Biarkanlah ikhwan itu membencimu atau berfikir yang tidak-tidak terhadapmu wahai sahabatku. Karena itu akan jauh lebih baik untukmu, karena kau akan terhindar dari perbuatan yang mendekati zina.
Ukhti sahabatku… jika ikhwan itu adalah seseorang yang baik aqidahnya, aku yakin dia akan mengerti maksud dan tujuanmu. Jika ia adalah ikhwan yang baik akhlaknya, ia tak kan berani untuk menyentuh hatimu sebelum kau halal untuknya.
Ukhti, jika memang rasa cinta itu membuat terluka luapkan dan mengadulah kau kepada Allah SWT. Karena Dial ah yang memberi rasa cinta itu padamu. Jika kau tersiksa karena perasaan itu tak bisa kau ungkapkan secara langsung, ungkapkan perasaan mu dalam goresan pena yang suatu saat akan menjadi memori terindah untukmu. Ukhti sahabatku… tidak ada yang jauh lebih indah dibandingkan rencana Allah. Jika ikhwan itu terbaik untukmu, Allah akan mempertemukan mu dengannya dalam pertemuan yang jauh lebih indah dan berkesan. Namun, jika ia bukan terbaik untukmu biarkanlah Allah menghilangkan perasaan cintamu pada seseorang itu. Yakinlah, bahwa Allah telah mempersiapkan calon imam yang lebih baik dari ikhwan itu.
Ukhti, jangan sekali-kali kau berharap kepada manusia karena mungkin kau akan terluka menelan kekecewaan. Berharaplah kau kepada Allah karena Dia Lah penguasa alam semesta ini. Janji Allah tak akan pernah di ingkari dan cinta Allah tak akan pernah bertepuk sebelah tangan.
Duhai ukhti sahabatku, mari belajar untuk menjaga hati. Jangan biarkan perasaan cinta kepada makhlukNya melebihi rasa cinta pada Allah SWT. Berdo’a Lah kepada Allah agar kita mendapatkan imam yang baik aqidahnya, baik akhlaknya dan bisa membimbingmu menuju ridhoNya.
Aamiin :)
Salam Ukhuwah Ukhti 

By : YPn 

Komentar